Daffa Rieza Amrilla    
11417564
3IB01
TUGAS PERTEMUAN 2


I.       ANALISA KONDISI DAN AKSI
Menganalisis suatu kasus dapat dilakukan dengan menentukan kondisi Boolean yaitu True or False untuk setiap kasus yang ada dan menentukan aksi apa yang harus dilakukan jika kondisi tersebut terpenuhi (True) atau jika kondisi tidak terpenuhi (False). Penentuan kondisi Boolean dan aksi yang dilakukan bergantung pada jumlah kasus yang terdapat pada masalah tersebut, yaitu satu kasus ( IF-THEN), dua kasus (IF-THEN-ELSE), atau lebih dari dua kasus.

              i.            Analisa Kondisi dan Aksi dengan Satu Kondisi
Notasi algortitma untuk menganalisis suatu kasus dengan satu kondisi adalah sebagai berikut:
     If kondisi then
     aksi
     endif

       Aksi yang akan dilakukan setelah kata Then hanya dapat dilakukan apabila kondisi setelah If  terpenuhi atau dapat dikatakan bernilai True. Apabila kondisi tidak tercukupi atau bernilai False, maka aksi tidak dapat di kerjakan.

            ii.            Analisa Kondisi dan Aksi dengan Dua Kondisi
Notasi algoritma untuk menyelesaikan kasus dengan dua kondisi adalah sebagai berikut:
     if kondisi then
     aksi 1
     else
     aksi 2
     endif

Aksi 1 akan di laksanakan apabila kondisi terpenuhi atau bernilai True dan jika kondisi bernilai salah atau False, maka aksi 2 yang akan di jalankan. Perhatikan bahwa “else” menyatakan ingkaran atau negasi dari suatu kondisi.



          iii.            Contoh Kondisi dan Aksi
·         Dengan satu kondisi

·         Dengan dua/lebih kondisi

Program IF-THEN ELSE
Var
Nilai: integer;
Begin
Write(‘masukkan Nilai Ujian:’); Readln(nilai);
If nilai>60 then
Write(‘Anda Lulus’); {kasus 1}
Else
Write (‘Anda Tidak Lulus’); {kasus 2}
Readln;
End.

II.   PERULANGAN/LOOPING
Perulangan adalah suatu proses eksekusi statemen-statemen dalam sebuah program secara terus-menerus sampai terdapat kondisi untuk menghentikannya. Operasi perulangan / looping selalu dijumpai didalam berbagai bahasa pemrograman, hal tersebut karena struktur perulangan akan sangat membantu dalam efisiensi program.Kegunaan sederhana dalam perulangan terlukis seperti ini : Jika kita ingin menuliskan sebuah sebanyak seribu kali maka kita tidak harus membuat seribu baris kata tersebut. Dengan adanya perulangan, kita cukup menuliskan 5 sampai 7 baris kode saja. Dalam praktek sebenarnya, tentu saja perulangan dapat sangat membantu. Misalnya untuk memuat seluruh isi table dari sebuah database dimana datanya ingin kita tampilkan.

i.        Membatasi Loping Program
    Struktur pengulangan FOR digunakan untuk menghasilkan pengulangan sejumlah kali yang dispesifikasikan. Jumlah pengulangan diketahui atau dapat ditentukan sebelum eksekusi.  Untuk mencacah sudah berapa kali pengulangan dilakukan, kita memerlukan sebuah peubah (variable) pencacah (counter). – Peubah ini nilainya selalu bertambah satu setiap kali pengulangan dilakukan. Jika cacah pengulangan sudah mencapai jumlah yang dispesifikasikan, maka proses pengulangan berhenti

                        Berikut adalah contoh program for:
/*
      Looping for, while, do-while, continue, dan break
      Microsoft Visual Studio Express 2012
      [RS]
*/
#include <iostream>
#include <conio.h>
using namespace std;

int main()
{
      //looping dengan for 10x
      for(int i = 0; i < 10; i++){
            cout<<"Hello World!"<<endl;
      }

      _getche();
      return 0;
}

Output for
Hello World!
Hello World!
Hello World!
Hello World!
Hello World!
Hello World!
Hello World!
Hello World!
Hello World!
Hello World!

PENJELASAN
Alur :
ungkapan1 (int i = 0) dijalankan pertama dan hanya satu kali. Selanjutnya ungkapan2 (i < 10;) dijalankan, kondisi dicek. Jika bernilai benar pernyataan cout<<"Hello World!"<<endl; dijalankan. Selanjutnya ungkapan3 (i++) dijalankan, nilai i di-increment.

Selanjutnya, langsung ke ungkapan2 (i < 10;), jika benar pernyatan cout<<"Hello World!"<<endl; dijalankan. Selanjutnya ungkapan3 (i++) dijalankan, nilai i di-increment. Begitu seterusnya sampai kondisi/syarat pada ungkapan2 bernilai salah.

Jadi, ketika nilai i masih bernilai 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9 perulangan akan dijalakan sehingga membuat  cout<<"Hello World!"<<endl; ditampilkan di layar sebanyak 10x (sepuluh kali).

ii.                  Perulangan Kembali
STRUKTUR DO WHILE-LOOP
Untuk melakukan pengulangan terus menerus selama kondisi memenuhi syarat(true). Akan otomatis berhenti jika kondisi dalam keadaan false. Penulisan diawali dengan do while dan diakhiri dengan loop.
Bentuk penulisan:
            DO WHILE (KONDISI)
                        …EKSPRESI…
            LOOP
Nilai pada kondisi yang mengikuti struktur do while-loop mempunyai syarat- Syarat khusus:
      Nilainya dapat berbentuk number maupun string
      Jika nilainya number, penambahan atau pengurangan nilai tidak dilakukan secara otomatis tetapi harus di counter secara manual.

     CONTOH:
BIL = 1
DO WHILE BIL <=9
      PRINT BIL;
      BIL =BIL + 1
LOOP
BIL = 1
DO
      PRINT BIL;
      BIL =BIL + 1
LOOP WHILE BIL <=9
BIL = 1
WHILE BIL <=9
      PRINT BIL;
      BIL =BIL + 1
WEND

iii.            Penggunaan Counter
        Teknik Counter adalah teknik yang dipakai untuk mengkontrol pengulangan suatu program. Pengkontrolan ini dilakukan dengan memeriksa isi variable yang digunakan sebagai Counter, sehingga jumlah pengulangan dapat di ketahui. Misalnya terdapat beberapa proses yang harus dilakukan dengan urutan sebagai berikut :
Proses A
Proses B
Proses C
Proses D
Proses B
Proses C
Proses D
Proses B
Proses C
Proses D
Proses E
Dari proses diatas terlihat bahwa B C D diulang sebanyak 3x. Proses ini dilakukan setelah proses A dikerjakan dan sebelum Proses E dikerjakan.



DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/126722633/Counter-Pascal-Teknik-Pengulangan
http://www.materidosen.com/2017/03/perulangan-for-dalam-c-lengkap-contoh.html
https://www.slideshare.net/arianarpies/algoritma-pemrograman-flowchart-logika-dan-algoritma
https://www.slideshare.net/arianarpies/algoritma-pemrograman-flowchart-logika-dan-algoritma
https://slideplayer.info/slide/12845401/








Komentar

Postingan Populer